Selasa, 27 Maret 2012

Analisis SWOT untuk analisis diri

SWOT? Apaan tuh? Mungkin kebanyakan dari kita cukup asing dengan kata itu, yah sekilas kata ini akan mengingatkan kita pada SWAT-nya Amerika. Percaya lah, ini adalah hal yang samasekali berbeda. Terus, apa itu SWOT? SWOT merupakan salah satu metode untuk menggambarkan kondisi dan mengevaluasi suatu masalah, proyek atau konsep bisnis yang berdasarkan faktor internal (dalam) dan faktor eksternal (luar) yaitu Strengths, Weakness, Opportunities dan Threats. Teknik ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin proyek riset pada Universitas Stanford pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dengan menggunakan data dari perusahaan-perusahaan Fortune 500.
Terus apa sih pentingnya buat kita? Kan teknik ini awalnya ditujukan untuk analisis bisnis? Jangan salah, analisis SWOT juga bisa diterapkan di banyak kehidupan kita. Misalnya, untuk menganalisis kepribadian kita, kelebihan dan kelemahan kita, apa saja kekuatan kita dan apa saja yang bisa menghalangi kita untuk maju. Saya pernah menjumpai ada organisasi internal kampus yang menggunakan analisis ini untuk rekruitmen anggota baru. Sang calon anggota diminta menggunakan analisis ini untuk menganalisis dirinya sendiri. Nah, dari sini dapat dilihat bagaimana sih kemampuan analisis dan gambaran kepribadian orang tersebut.
Penasaran bagaimana cara melakukan analisis ini? Nah, pertama kita pahami dulu elemennya :

1. Strengths (kekuatan)

merupakan kondisi kekuatan atau kelebihan yang terdapat dalam organisasi, atau dalam kasus kita, diri kita sendiri. Strengths dalam konteks yang kita bahas kali ini akan berkaitan dengan sisi internal kita, artinya kelebihan atau kekuatan yang sebenarnya ada dalam diri kita. Sebagai contoh, kita orang yang cerdas, punya bakat, punya keinginan untuk maju, dan sebagainya.

2. Weakness (kelemahan)

merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam organisasi, proyek, atau diri kita. Seperti halnya Strength, Weakness juga berkaitan dengan sisi internal atau dalam diri kita. Tentang sifat diri kita yang cenderung menghambat kita untuk maju, yang membuat kita tidak dapat mengeluarkan kekuatan kita secara maksimal. Contohnya, sifat malas, sifat cepat puas, dan sebagainya.

3. Opportunities (peluang)

merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang akan terjadi, bersifat eksternal. Sekilas, Opportunity hampir sama dengan Strength, bedanya opportunity bersifat eksternal, artinya berkaitan dengan hal - hal yang bisa memberikan peluang bagi kita untuk maju selain dari diri kita sendiri, bisa lewat lingkungan kita, bantuan orang lain, dan sebagainya. Contohnya, suasana lingkungan yang mendukung untuk belajar dan sebagainya.

4. Threats (ancaman)

merupakan kondisi yang mengancam dari luar, yang dapat menghambat kemajuan. Seperti opportunity, sifatnya juga eksternal. Ancaman ini biasanya berasal dari lingkungan yang kurang kondusif maupun hal - hal lain, yang bukan karena diri sendiri, yang membuat tujuan kita terhambat.

Nah, sudah dapat gambaran kan seperti apa sh cara menganalisi diri kita melalui analisis SWOT? Untuk lebih jelasnya, untuk pos berikutnya saya akan mencoba mempraktekkan analisis ini untuk menganalisis diri saya.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar